Radio ST93.2fm
Local News & Better Music Station

TNI Bangun 450 Rumah Korban Banjir di Polman

Para korban banjir di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sudah bisa bernafas lega karena rumah-rumah untuk mereka mulai dibangunkan. Prajurit TNI yang melakukan pembangunan 450 rumah untuk korban banjir yang terjadi pada awal tahun 2009 lalu.

Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Polman Ali Baal Masdar, di Kappung Talolo, Desa Lekopadis, Kecamatan Tinambung, Senin (7/9). Di lokasi tersebut akan dibangun 200 rumah dari jumlah keseluruhan yang akan dibangun 450 unit, yang tersebar di sejumlah lokasi.
Bupati Polman, berharap pelaksanaan pengerjaan rumah korban banjir oleh para prajurit TNI yang direncanakan selama120 hari kalender, berlangsung dengan lancar.
Terkait harapan tersebut, bupati mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi, sebagaimana yang telah ditunjukan selama ini. Dalam pengadaan tanah lokasi perumahan, pemilik tanah telah memberi kontribusi meringankan beban pemerintah kabupaten terkait harga tanah.
“Kita berharap partisipasi masyarakat dan berbagai pihak lainnya untuk kelancaran pembangunan rumah bagi korban banjir, dan kegiatan lain untuk pemulihan para korban,” kata Ali Baal.
Sebanyak 450 unit rumah merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Departemen Sosial yang dikerjasamakan dengan Markas Besar (Mabes) TNI sebagai pelaksana pengerjaan fisik.
Setiap rumah, berkonstruksi semi permanen tipe 30 ukuran 5 x 6 meter persegi senilai Rp15 juta per unit. Dandim 1402 Polman, Letkol Inf Furdiantosa, mengatakan, pihaknya akan melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin, dan selesai tidak melewati batas 120 hari kalender.
Setiap hari akan dilibatkan 50 personil TNI, 50 warga dan unsur pemerintah setempat untuk melaksanakan pekerjaan fisik.
Peletakan batu pertama dihadiri Kajari Polewali, Saring, Wakapolres Kompol Didin, perwira menengah Intel dan Operasi Korem 142 Tatag/Parepare, Kadis Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi (Sosnakertrans) Polman Mahyuddin Ibrahim, para camat, danramil dan kopolsek setempat.
Warga yang sejak lama menunggu realisasi janji pembangunan rumah, merasa bersyukur dan berharap pembangunan segera rampung. “Mudah-mudahan segera selesai dan mutunya baik, sehingga kita bisa menempati dengan tenang,” komentar seorang warga bernama Saniasa.(rus)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.